Empat Aturan Dasar dalam Berjanji, Semampu dan Sewajarnya Saja

Empat Aturan Dasar dalam Berjanji, Semampu dan Sewajarnya Saja

Empat Aturan Dasar dalam Berjanji, Semampu dan Sewajarnya Saja

Janji merupakan hal yang sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari kita, entah itu kamu yang berjanji pada orang lain atau malah kamu yang di janjikan sesuatu. Tapi di karenakan berbagai hal, tak sedikit orang yang malah kelewatan saat menyangkut janji.

Mulai dari yang memaksakan diri dalam berjanji sampai menebar janji palsu ke orang-orang alias cuma omong kosong. Nah, untuk menghindari hal-hal buruk terjadi maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang lima aturan dasar dalam berjanji. Di lansir dari laman icsdchurches.com, yuk simak lebih jelasnya dari ringkasan di bawah ini!

1. Tidak membuat janji secara spontan ataupun karena terbawa suasana

Di kutip dari Livechat Club388, demi menghindari kesalahan dalam membuat janji maka hal pertama yang perlu di ingat dari aturan dasar dalam berjanji ialah tidak membuat janji secara spontan ataupun karena terbawa suasana.

Sebab, janji yang di buat saat kondisi sedang tidak stabil biasanya bakal di sesali, jadi daripada berakhir menyesal bakal lebih baik jika menghindarinya supaya jangan sampai terjadi, kan. Emosional memang sering banget bikin kita jadi gak bijak, terutama dalam membuat janji.

2. Sebaiknya menjanjikan sesuatu yang memang bisa di tepati

Aturan dasar lainnya yang perlu di ketahui dalam berjanji ialah, ada baiknya jika hanya menjanjikan sesuatu yang bisa di tepati. Baik itu pada anggota keluarga, teman, atau bahkan rekan kerja.

Gak perlu sok membuat berbagai janji yang gak bakal bisa kamu tepati, karena selain bikin kecewa orang lain juga nanti omonganmu malah jadi tak di percaya orang. Benar kan?

3. Gak mengkhianati kepercayaan orang dengan janji palsu

Gak mengkhianati orang lain dengan janji palsu juga merupakan salah satu aturan dasar dalam berjanji. Entah kamu melakukannya dengan sengaja atau memang sering lupa menepati janji yang di buat, tapi kamu harus tahu kalau haram banget membuat janji kosong pada orang lain.

Alasannya? Tentu saja supaya hal itu tak lantas menjadi kebiasaanmu. Bisa gawat kalau kamu terkenal sebagai orang yang suka membual dan omong kosong, kan.

4. Tidak apa-apa menunda janji di situasi tertentu

Pada dasarnya semua janji memag harus di tepati, tapi di keadaan tertentu kamu boleh kok menunda menepati janjimu. Contoh keadaan atau situasi tertentunya ialah, berkabung atas kepergian anggota keluarga, tertimpa musibah. Mengalami hal sulit yang butuh waktu untuk bisa benar-benar di selesaikan.

Sebab, situasi seperti tadi bisa di toleransi dan gak mungkin juga memaksa untuk menepati janji saat orang tersebut sedang terpuruk, itu egois namanya.