Di Tanya soal Partai Demokrat, Begini Reaksi Moeldoko

Di Tanya soal Partai Demokrat Begini Reaksi Moeldoko - Di Tanya soal Partai Demokrat, Begini Reaksi Moeldoko

Di Tanya soal Partai Demokrat, Begini Reaksi Moeldoko

Di lansir daei icsdchurches.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tampaknya masih enggan membahas perihal kudeta Partai Demokrat. Saat di temui dalam giatnya di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat, Moeldoko tetap tidak mau berkomentar lebih jauh soal partai yang di pimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.

Di kutip dari IDN Poker APK, Mantan Panglima TNI era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebelumnya memang tidak pernah buka suara terkait isu Partai Demokrat. Saat di tanya ke kader Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, mereka mengatakan Moeldoko sibuk dengan tugasnya di KSP.

1. Moeldoko masih bungkam soal Partai Demokrat

Ketika di tanya bagaimana sikap dia selanjutnya dalam polemik Partai Demokrat, Moeldoko terdiam sejenak, dan setelah itu tetap tidak menjawab pertanyaan wartawan.

“Nanti aja ya,” katanya singkat sambil tertawa dan menuju mobilnya.

Hingga kini, Moeldoko memang belum memberikan pernyataan sedikitpun mengenai Partai Demokrat. Moeldoko bungkam sejak kehadirannya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara, beberapa waktu lalu.

2. Menkumham tolak sahkan Partai Demokrat versi KLB

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly telah menolak mengesahkan kepengurusan yang di hasilkan dari Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatra Utara, pada 5 Maret 2021. Hal itu lantaran masih ada dokumen yang belum di lengkapi Partai Demokrat kubu Moeldoko.

“Masih belum ada kelengkapan dokumen perwakilan DPD, DPC, dan tidak di sertai mandat dari Ketua DPC dan DPD Partai Demokrat,” ujar Yasonna ketika memberikan keterangan pers secara virtual pada Selasa, 31 Maret 2021.

“Dengan demikian permohonan KLB untuk di akui kami tolak!” lanjut menteri dari PDI Perjuangan itu

Yasonna pun mempersilakan bila Partai Demokrat kubu Moeldoko ingin mengajukan gugatan ke pengadilan. Dalam forum jumpa pers itu, dia kembali menegaskan bahwa dalam membuat keputusan pihaknya bertindak secara objektif dan transparan.

“Oleh karenanya kami kembali menyesalkan statement dari pihak-pihak yang sebelumnya menuding pemerintah dan menyatakan kami campur tangan serta memecah belah partai politik,” tutur Menkumham.

Pernyataan Yasonna sekaligus membantah kalimat yang pernah di sampaikan politikus Partai Demokrat kubu KLB, Max Sopacua, yang menyebut penyelenggaraan KLB sudah sesuai aspek hukum. Salah satunya KLB itu di hadiri minimal 2/3 pengurus DPD.

“Kami sudah menghitung, (jumlah yang hadir) di atas 2/3 dari jumlah suara yang ada. Jadi, kongres berlangsung sesuai dengan aspek legalitasnya,” tutur Max pada 5 Maret 2021 di Hill Hotel & Resort, Sibolga, Sumatra Utara.

3. Partai Demokrat tawarkan peluang Moeldoko maju Pilgub DKI

Setelah hasil KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko di tolak Menkumham, tiba-tiba muncul tawaran islah dari Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhyono (AHY) untuk Moeldoko.

Politikus Demokrat Rachland Nashidik mengatakan, partainya membuka peluang bagi Moeldoko untuk bergabung ke Demokrat pimpinan AHY. Bahkan, Rachland menyebut pihaknya siap membantu bila Moeldoko membidik peluang menjadi calon gubernur DKI Jakarta pada 2024.

“Demokrat akan menerima dengan tangan terbuka bila KSP Moeldoko berkeinginan menjadi anggota partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono. Ketua Bapilu, @Andiarief_ akan membantunya bila ia ingin maju berkompetisi secara sehat menjadi cagub DKI dalam pilkada mendatang. You are warmly welcome!” demikian cuit Rachland di Twitter pada Rabu, 31 Maret 2021, usai Menkumham tolak kubu Moeldoko.